The Storytelling Book
Siapa pun yang harus menulis presentasi atau berisiko menderita setengah mati gara-gara PowerPoint, punya kesempatan untuk diselamatkan. Sekarang ini banyak dari kita menghabiskan begitu banyak waktu bekerja dengan riset dan data, sampai kita lupa menceritakan kisah yang terstruktur dan memikat.
Buku ini membawa pembaca dalam perjalanan menghibur untuk menekankan cara yang lebih baik dalam menyampaikan pesan. Semua orang di bidang riset dan pengetahuan perlu membaca buku ini.
The Storytelling Book memiliki kemampuan dramatis mengubah presentasi tradisional. Dengan pemahamannya mengenai pentingnya bidang ekonomi perilaku, penceritaan, dan lebih dari 30 tahun pengalaman, Penulis sanggup menggabungkan pengetahuan berharga dan panduan praktis. Hal ini akan secara mendasar mengubah cara kita membuat presentasi di masa depan.
| Author | : | Anthony Tasgal |
| Price | : | Rp 99,000 |
| Category | : | SELF-IMPROVEMENT |
| Page | : | 224 halaman |
| Format | : | Soft Cover |
| Size | : | 12 cm X 18 cm |
| ISBN | : | 9786232169388 |
| Publication | : | 29 March 2020 |
Sejak penerbitan The Principles of Scientific Management pada tahun 1911, yang ditulis oleh insinyur-permesinan-sekaligus-pemikir-bisnis berkebangsaan Amerika, Frederick Winslow Taylor, jenis sistem tertentu mempengaruhi (sebagian besar) konglomerat di AS dan menyebar ke seluruh dunia bisnis. Dengan latar belakang pendidikan teknik, Taylor mempromosikan pandangan sains seperti mesin jam standar yang atomistis, berdetak, dan punya daya dorong-tarik. Letakkan di sini, dan keluar dari sana.
Bahkan lupakan bahwa teori ini ditulis pada waktu relativitas, mekanika kuantum, dan tafsiran Kopenhagen nyaris mengacaukan teori pohon apel Newton. Prinsip-prinsip dari sudut pandang manajemen ini masih bertahan dengan keras kepala seperti klaim produk yang dibuat di iklan bubuk deterjen pada umumnya.
Berdasarkan pengalaman Taylor dengan besi kasar, ia mem-prakarsai teori manajemen yang berupaya me-universal-kan relevansi prinsip kerja dari bengkel mesin ke ranah dunia manusia yang lebih luas. Teori ini nyaris memperoleh status mesianik, mencapai kredibilitas akademik, dan bahkan mendapat persetujuan pemimpin komunis Rusia, Lenin.
Itu adalah prinsip manajemen suatu pabrik, dengan orang-orang sebagai bawahan, efisiensi reduksionis sebagai meta-for a dominan dan sistem yang akan menjamin tiga dasar yang akan membuat manajer merasa puas: kemungkinan meramalkan, konsistensi, dan kemungkinan mengendali-kan. Taylorisme menurunkan Fordisme (diberi nama berdasarkan Henry Ford: “Pekerja yang biasa saja menginginkan pekerjaan yang membuatnya tak perlu berpikir”) dan dari Fordisme dibangun lebih banyak praktek manajemen yang di buat di AS dan kemudian diekspor ke luar.
Dalam skema ini, manajer adalah ilmuwan yang maha tahu dan maha kuat yang memanipulasi pekerja pasif. Manajemen ilmiah melihat pekerjanya sebagian besar sebagai “go-rila yang cerdas”.
Banyak manajer telah dilatih untuk bekerja dengan pola pikir ilmiah yang sudah terbentuk (entah secara eksplisit atau pun tanpa disadari). Hal itu telah menyebabkan konflik antara model sains yang mereka miliki, secara berurutan melalui analisis, kemungkinan meramalkan dan kepastian, dan sistem operasi dunia tempat perusahaan mereka bekerja, yang semakin kacau, tidak bisa ditebak dan tidak pasti.
RECOMMENDED FOR YOU Explore More